Berbeda dengan tari gambyong, tari serimpi ini memang berasal dari dalam keraton kerajaan mataram gaess. Tari serimpi ini tarian sakral sebagai pengiring atau pembuka acara resmi istana, misalnya penetapan sultan sebagai raja mataram, atau acara pernikahan bangsawan ataupun peringatan-peringatan yang menjadi adat tradisi keraton gaess. Bahkan setelah kerajaan mataram menjadi dua surakarta dan yogyakarta tarian serimpi ini masih eksis di kedua keraton tersebut. Kalau tari gambyong ini tari dari kesenian rakyat yang diangkat masuk dalam keraton, yang digunakan sebagai tarian penyambutan tamu istana.
Dalam perkembangannya tari serimpi sekarang ini juga sudah populer dikalangan rakyat gaess, banyak anak-anak perempuan di jawa yang tidak dari kalangan keraton juga belajar tarian ini. Memang memerlukan keseriusan dalam latihan karena ciri tarian keraton adalah gerakannya yang halus dengan iringan gamelan sakral, seperti menunjukan keanggunan putri jawa dan kehalusan budi dan tutur bahasanya gaess. Upaya melestarikan tari serimpi kini ada pada sentuhan seniman yang ada di sangar-sanggar tari dan lembaga pendidikan seni gaess. Salam budaya





Komentar