Postingan

tapak

wajah wajah yang penuh percaya diri

Gambar
semua orang setara mempunyai langit yang sama dan ternyata perempuan memiliki separuh langit  

tetep eksi berkarya meski dikamar

Gambar
Aktifitas yang dilakukan para genZ mungkin saja akan sangat beragam dan beraneka konsep kontennya gaess, dari yang mulai aksi pertunjukan live di panggung juga mengisi unggahan setiap harinya agar tetap dianggap selalu eksis media sosialnya gaess. Makanya eksis itu tidak melulu harus dibatasi oelh ruang dan waktu, genZ sangat fleksibel dalam mengekspresikan sikap dan hatinya gaess. Awalnya tetap menyusun konsep dengan susunannya, tetapi terkadang apa yang sudah direncanakan bisa saja berubah karena mungkin cuaca yang mendadak berubah, atau ada yang berbenturan jadwal secara mendadak. Makanya genZ biasanya sering mempersiapkan rencana cadangan, agar tetap bisa eksis gaess. Keren euy. Aksi seni budaya seperti tak ada matnya bagi genZ sekarang ini gaess. Salam budaya. Lestari

jangan sampai pedot oyot dan kepaten obor

Gambar
seperti skenario alam hadir mengalir begitu saja ombak belakang mendorong ombak didepannya  begitulah generasi sebelum itu mendukungnya dan generasi baru akan menggantikannya  

genZ bisa memakai udeng , tanda makin matang berkesenian

Gambar
GenZ yang terlibat dalam kesenian tradisional seperti  jaranan biasanya diawal-awal harus mengikuti acara gladi disanggar atau komunitasnya gaess, hal ini dilakukan agar yang belum tahu seluk beluk jaranan akan bisa belajar secara langsung gaess. Dalam kesenian tradisional tidak ada latihan kelas, langsung dilapangan sekalian melatih mental para pemain yang baru bergabung gaess. Semuanya masih dilayani oleh para senior dan kru pertunjukan. Jika dirasa sudah mampu memakai kostum sendiri, makeup sendiri akan diberikan kesempatan dan diujicoba dalam acara pertunjukan. Tanda genZ pemain jaranan dianggap cukup mumpuni bila solah geraknya sudah padu dengan gamelan pengiring dan saling bekerjasama satu dan lannya serta sudah bisa memakai udeng jaranan secara mandiri. Nah pemain ini dianggap semakin matang gaess karena semuanya bisa dilakukan secara mandiri. 

kesenian gedruk eksis didaerah pegunungan jawa tengah

Gambar
Menyukai seni tradisional milik bangsa dari warisan leluhur terdahulu adalah bagian dari rasa hormat dan kepemilikan yang harusnya dijaga dan dirawat gaess, mugkin kalau orang-orang jadul berkesenian adalah tingkat daya cipta yang sangat membutuhkan kekuatan batin dan intuitifnya dalam merespon keadaan sekitar lingkungannya ini sangat benar. Bayangkan masyarakat disekitar lereng gunung yang bertahan hidup dengan peralatan seadanya serta keluarga yang tidak terlalu cakap seperti prajurit perang menghadapi keganasan binatang dan bencana alam. Lalu menemukan karya untuk menggugah kesadaranbahwa manusia sebenarnya mahluk yang paling unggul yang diciptakan oleh tuhan, melalui karya seni wow sungguh tak bisa disepelekan gaess. Misalnya seni gedruk magelangan, atau biasa disebut rampak bhuto yang eksis disekitar lereng gunung merapi. Wilayah persebarannya meliputi boyolali, magelang, temanggung bisa juga yogyakarta gaess. Dan ketika genZ banyak yang menyukai seni tradisional jangan disalahkan...

uang hanya coretan

Gambar
 

genZ terlibat kesenian tradisional ini bukti rasa kebangsaannya

Gambar
Generasi ke generasi mempunyai karakter yang berbeda dalam menghadapi perkembangan jaman, baik bertahan maupun ikut serta dalam dinamika global. Mereka berpartisipasi ini adalah karena rasa cinta nasionalisme mereka yang tak terbendung, mungkin ada agenda-agenda perubahan baik secara performa maupun mental komunitas seninya gaess. GenZ adalah generasi yang sangat dekat dengan digital global dan pesatnya perkembangan hitech gaess. Bergelut dengan segala yang mengandung dunia digital dan teknologi tinggi sangat memiliki potensi besar untuk mengikis logika mistika, namun pada saat yang sama, mereka juga dapat memperkuatnya melalui algoritma. Mungkin dampaknya tidak searah, melainkan kompleks, tergantung pada literasi digital yang gunakan ataupun diciptakan oleh genZ di indonesia ini gaess. Genz tentusaja telah memikirkan bagaimana perkembangan kebudayaan indonesia kedepan ditengah dinamika perkembangan budaya global, itulah harapan kita semua.