Acara biasanya diawali pembacaan mantra dan persembahan sesaji oleh sesepuh desa sebagai tradisi methil atau metik pari sebelum panen raya. Lalu dengan pemotongan beberapa tangkai padi pilihan oleh sesepuh adat atau petani sebagai tanda dimulainya masa panen. Para petani berkumpul di area persawahan dengan membawa makanan sederhana seperti nasi, lauk-pauk, tumpeng, atau jajanan tradisional untuk didoakan bersama-sama. Setelah doa selesai, makanan dinikmati bersama di atas tikar di pinggir atau tengah sawah sebagai lambang kebersamaan secara gotong royong sesama warga desa. Inilah tradisi petani magetan jawa timur dalam rangka merawat tradisi nusantara gaess.