Niat ngangslupi omah., mugi tansah diparingi berkah keselametan, Al fatikah.
Memasuki rumah uluk
salam dan bersyukur karena telah punya tempat tinggal dianjurkan meniduri
semalaman nurut adat jawa , hal ini dilakukan sebelum pindahan beneran. Sebaiknya perlu membawa jajanan sekedarnya
untuk dibagi tetangga terdekat sebagai perkenalan. Slup slupan omah membawa bantal
guling, tikar, sapu kebyok, teplok, ceret opo tempat air lainya. Barang-barang
tersebut adalah simbolik bahwa kita serius tinggal dirumah ini. Bantal guling
simbol kenyamanan istirahat damai tenang, tikar sebagai alas dasar hidup
bersama dalam satu rumah jika nanti ada masalah diselesaikan dengan duduk
bersama tak perlu diumbar keluar rumah gaess. Tempat beras yang diisi beras brambang bawang lombok telor garam,ibaratnya sebagai harapan dapur akan terus ngebul dalam kondisi apapun.
Selain itu ada sapu
kelut atau kebyok dari lidi , selain untuk kebersihan juga sebagai perlindungan
energi negatip disekitar rumah, sedangkan lampu teplok dinyalakan keliling rumah,
jaga jaga lampu padam juga simbol bahwa yang dirumah ini selalu mendapatkan
penerangan hati dan pikirannya. Lalu ceret atau tempat air simbol sumber
kehidupan agar senantiasa tenang dengan suasana seger dan pikiran kepala dingin
tidak emosian. Tidur dirumah dengan segala keterbatasan yang ada gaess, yaah
namanya juga memulai berumahtangga perlu kesadaran tidak ada yang sempurna dan langsung
tersedia.
Besoknya bersih-bersih
rumah gaess, sekalian menyiprati air leri cucian beras dan sebar garam diruangan
yang ada . Hal ini simbol agar kerasan serta selalu diberikan rejeki dan
keturunan dimasa depan yang lebih baik. Setelah dipel dibersihkan dianjurkan
adzan di beberapa titik penjuru rumah. Diakhiri dengan doa agar diberikan
pertolongan dan perlindungan keselamatan oleh Allah SWT dalam menjalani hidup
bersama. Amin

Komentar