Tradisi masyarakat nusantara setelah tidak lagi berpindah-pindah rumahnya, biasanya mereka sudah mulai mempunyai anggota keluarga yang cukup untuk bertahan hidup dengan mengelola lahan sekitar tempat tinggalnya gaess. Mereka orang-orang jaman dulu mencoba bertani dengan cara integrated, dengan pemikiran mensejahterakan keluarganya dengan kecukupan sandang pangan papan. Sehingga pola bertaninya cukup lengkap pertanian yang dalam arti luas gaess tidak hanya sekedar subsistain semata, visi mereka bertani untuk anak cucu kelak. Bertani tanaman pangan baik padi maupun palawija siaga jika sewaktu-waktu paceklik atau kemarau panjang baik ditanam di sekitar lahan rumah, sawah , kebun dan bahkan menanam umbi-umbian di pinggir hutan gaess. Juga termasuk kebutuhan protein keluarganaya , perlu memelihara ayam bebek ataupun ikan di empang. Nah sedikit cerita dulu empang suka bareng atau terintegrasi dengan kakus gaess. Keren yaa gaess coba tanya pada mereka yang sampai sekarang ada empang dan diatasnya ada kakusnya, wow begitu menyenangkan bagaimana ikan-ikan itu menunggu kamu yang lagi jongkok dengan setia sambil sesekali tak berharap gaess.
Dan kebutuhn papan keluarga seringkali disiapkan menanam pohon kayu tahun, mahoni, randu dan bambu gaess, agar nanti anak cucu tak kebingungan dalam membangun rumah baru buat mereka, mungkin gak papa tanam sekarang dan yang menikmati anak cucu, tulus iklas mereka menyiapkannya. Betapa visionernya orang-orang jaman dulu. Kemudian untuk kebutuhan sandang mereka menanm tanaman yang bisa dijdikan sebagai benang dan untuk ditenun gaess, bia tanamn kapas atau serat rosela, juga ada yang membuatnya dari kulit kayu yang kemudian dibuat baju dan celana gaess. Harusnya visi pertanian dalam skala luas orang-orang dulu bisa dijadikan dasar visi pemerintah membangun ketahanan pangan untuk keluarga petani dan masyarakat secara luas yaa gaess. Dari dasar tadi nantinya pasti akan ada pengembangan dari genersi ke generasi yang mengarah pada pemajuan secara berthap.
Komentar