Kegiatan kerja bhakti nampaknya sudah semakin menghilang dalam kehidupan masyarakat perkotaan, tetapi jika di wilayah pedesaan masih ada dan selalu ada meskipun hanya waktu-waktu tertentu semua orang sekampung keluar karena ada acara bersama. Kerja bhakti adalah sinonim dari kata gotong royong artinya hampir sama dan seringkali penggunaannya dalam keseharian juga mirip. Kerja bhakti dari kata kerja dan bakti artinya bekerja secara sukarela tanpa imbalan untuk secara bersama menyelaikan pekerjaan demi kepentingan bersama dalam satu waktu tertentu, misalnya memperbaiki selokan, bersih-bersih mushola, membuat lapangan voli dan biasanya untuk warga yang tidak bisa ikut kerja akan menyediakan makanan minuman dengan iklas. Hampir sama dengan arti gotong royong gaess, cuma sering dikonotasikan orang jawa saja yang mengerti, padahal kata ini sudah dikenal secara umum, bahkan seluruh anak bangsa tahu artinya.
Cuma sepertinya diakhir-akhir dekade ini arti gotong royong bekerja bersama untuk menyelesaikan sesuatu tanpa imbalan upah tetapi waktunya panjang dan tidak hanya sesaat. Menurut info-infonya justru anak-anak generasi sekarang ini secara tak langsung menjalankan konsep gotong royong tetapi agak berubah sedikit pengertiannya. Anak-anak genZ sekarang ini mungkin lebih individual tetapi dalam menyelesaikan pekerjaan cenderung kerjasama, dan membagi tugas agar cepat selesai, ketika kerjaan akan diselesaikan seperti targetan itu karena ada perspektif cuan gaess. Cuan tidak selalu uang gaess, bisa juga akses kedepannya atau rancangan portofolio sebuah team work atau apapun itu yang penting ini bukan kerja bhakti. Nah sepertinya ini letak perbedaan pengertiannya. Kalau oldschool pengertian dan makna kerja bhakti dan gotong royong itu sama plek tiplek, tetapi kalau genZ sepertinya suka gotong royong karena menurut mereka tidak zonk, karena disana terdapat job disc, targetan dan harapan cuan serta akses dalam sebuah kurun waktu tertentu bukan sesaat gaess.
Makanya dalam beberapa kejadian anak-anak muda sekarang jika diajak kerjabakti seperti ada rasa ogah-ogahan, walaupun ikut tetapi kesukarelaannya, namanya juga sukarela bekerjasama sesaat untuk menyelesaikan cepat dan singkat bhakan kadang-kadang hanya menggugurkan kewajiban sebagai warga kampung yag penting setor muka dan kerja serabutan karena hampir tak ada job disc dan minim manajemen kerja. Kesimpulan sementara konsep gotong royong ini memang terdapat full kesadaran keterlibatan kerja kesetraaan dan penghargaan terhadap kemanusiaan dan fungsinya semi terstruktur sehingga lebih terarah mencapai targetan biasanya para peserta gotong royong ini lebih solid sampai tuntas pekerjaan bahkan cukup ditangani oleh kekuatan solidaritas rakyat kampung tak perlu ada pejabat pemerintah karena prinsipnya kesetaraan gaess. Bagaimana menurut pandangan kamu gaess


Komentar