Eksis di dunia maya , belum tentu bisa eksis di dunia nyata, perempuan diera global digital ini sebenarnya mengalami kegalauan, apalagi jika dihadapkan dengan pertanyaan memilih jadi perempuan karir atau menjadi ibu rumahtangga . Rasanya jaman kini banyak perempuan yang memilih untuk berkarir sampai mentok sebelum memutuskan menikah karena menemukan jodohnya. Nah rupanya jodoh juga jadi kekawatiran yang menyedihkan para ciwi-ciwi cantik , karena jodoh tidak ada yang tahu. Sebagian lagi perempuan berada di ruang-ruang lingkungan konservatif , kadang lurus saja diam-diam sudah dijodohkan, menerima pinangan laki-laki pilihan ortu jadi imamnya. Enak juga ya dijodohkan mungkin saja ada penolakan tapi tak memiliki hak veto gaess.
Lalu bagaimana kalau jodohnya tidak seperti pangeran yang hadir dalam mimpinya bahkan sebaliknya. Ketika mencintai seseorang mau menyatakan lebih dulu takut dianggap perempuan yang tak punya harga diri apalagi ketika ada penolakan dari laki-laki yang ditembak duluan. Walah malunya, hingga males mau bertemu setiap laki-laki yang melintas dihadapannya gaess. Satu lagi yang agak krusial, meskipun sudah dapat jodoh menikah dan berumah tangga ada pertanyaan yang selalu susah untuk dijawab yaitu apakah ingin berdua saja dengan pasangan atau hamil lalu mempunyai anak . Dijaman ini banyak perempuan global sudah kepala tiga umurnya banyak yang masih melajang dan menikmati kesendiriannya apalagi karirnya sedang menyala, jadi nggak sempat berpikir untuk segera menikah. tetapi disisi lain banyak janda-janda muda yang sangat mungkin akibat dari menikah usia dini. Yaah semua itu adalah hak, karena yang menjalani adalah para ciwi-ciwi ini gaess.


.jpg)















Komentar