hawa desaku penuh dengan kesejukan
tanah masih memilih siapa penggarap
jalannya bagus meski berkali kehujanan
lereng bukit hijau tumbuh dengan beradab
sebenarnya aku jauh , dan suka was-was
meski kerabat di desa semuanya baik baik
pendatang beruang hadir mencari celah culas
menawarkan sekian mimpi-mimpi terbaik
desa makin gerah karena ada yang setia
tapi ada juga yang lebih suka menjual
lahan semakin sempit tak ada penen nyata
desa kini meyakini mimpi para pembual

Komentar