Sekilas tentang rasa intim yang mendalam yang melibatkan perasaan dan
keintiman fisik serta adanya kepercayaan terhadap komitmen emosional antara
laki-laki dan perempuan sering dikatakan orang-orang adalah inti dari seks.
Gaess seks kekinian mungkin hanya dipandang penyaluran hasrat untuk mencapai kenikmatan
gairah yang membuncah, padahal esensinya seks itu tdak hanya sebagai bentuk komunikasi intim
yang melampaui kata-kata, memungkinkan pasangan untuk mengekspresikan cinta,
kepercayaan, dan kerentanan diri sepenuhnya. Karena itu seks sering didefinisikan sebagai tingkat
keintiman tertinggi di mana pasangan merasa dicintai tanpa syarat, memiliki
kepercayaan tertinggi, dan mampu memberikan diri mereka sepenuhnya secara fisik
dan emosional.
Keintiman seksual dianggap sebagai puncak koneksi dalam hubungan romantis, yang menggabungkan ketertarikan fisik dan kerentanan emosional. Seks yang intim bukan hanya tentang kenikmatan fisik, melainkan juga ikatan emosional emotional bonding yang kuat. Dari sudut pandang biologis, seks adalah puncak dari siklus respons seksual yang meliputi hasrat, gairah, dan orgasme. Darisana istilah seks tak mungkin muncul begitu saja pasti secara sejarah kebudayaan masa lampau yang sudah merangkainya dalam ajaran maupun bentuk-bentuk perumpamaan dalam wujud relief candi atau lontar gaess.
Dalam sejarah kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, khususnya pada periode Jawa Kuno sekitar abad kesembilan hingga ke limabe as masehi, seksualitas tidak tabu dan kotor gaess. Seksualitas justru merupakan bagian integral dari tingkatan spiritualitas, ritus kesuburan, dan kehidupan kosmis yang disimbolkan dalam seni, arsitektur candi, dan naskah kuno.Di artefak candi dikenal dengan lingga yoni, hal ini melambangkan penyatuan keintiman lingga siwa adalah laki-laki dan yoni atau shakti adalah perempuan, yaitu seks. Pada akhirnya semuanya berujung pada penyatuan antara manusia alam dan tuhannya.

Komentar