GenZ yang ndadi selalu dipantau, dan jika kehilangan kendali akan disadarkan



Penari jaranan yang kerasukan tidak baik bila terlalu lama , karena akan menguras tenaganya , meskin dia tidak merasakan tetapi kondisi fisik dan mental pasti akan terus dipantauoleh seniornya. Dan ada waktunya untuk segera disadarkan ketika penari tersebut sudah tidak mampu mengendalikan dirinya. Dan saat itu dibutuhkan senior penggambuh gaess. Pnggambuh atau pawang jaranan biasanya melakukan ritual khusus untuk mengembalikan kesadaran penari yang kalap kerasukan atau ndadi, seringkali menggunakan cemeti atau cambuk pecut untuk memberikan perintah kepada roh yang masuk untuk segera keluar. Dengan membacakan doa-doa sesuai keyakinan , seperti doa perlindungan dalam agama agama dengan sungguh-sungguh untuk mengusir energi negatif. 

Dan yang nggak kalah pentingnya adalah penari jaranan yang kerasukan dibisiki agar lebih tenang dan tidak mudah ngamuk, makanya dibawa ke tempat yang lebih tenang dan menjauhkannya dari keramaian atau suara musik jaranan yang riuh. Dengan tenang sesepuh penggambuh tersebut meniup batuk atau jidat penari jaranan dan setelah sadar diberi air minum agar lebih segar dan sehat bugar dan dapat menguasai mentalnya. Kayaknya genZ juga harus belajar jadi penggambuh agar tidak terputus ilmu dari sesepuhnya. Salam budaya. Lestari


 

Komentar