Prosesi labuhan merapi merupakan prosesi tradisi dari keraton ngayogyakarta hadiningrat sebagai upacara persembahan dengan harapa untuk menolak balak merapi, dan bersyukur pada tuhan atas kelimpahan rejeki selama ini untuk masyarakat jogja khusunya sleman. Acara ini pimpin oleh juru kunci merapi bersama abdi dalem dan masyarakat.
Tradisinya acara ini diadakan pada tigapuluh rajab, rombongan mendaki hingga pos satu atau petilasan sri manganti, dengan mempersebahkan ubo rampe yang bertujuan agar selalu mendapatkan rejeki dan keselamatan anak cucu mereka. Biasanya rutenya sebelum ke petilasan mampir di rumah mbah marijan dari ke pos satu gaess.
Uborampe prosesi labuhan ini adalah beberapa benda yang akan dilarung seperti nyamping cangkring , kawung kemplang, destar wangian dan semekan gadhung serta beberapa perlengkapan lainnya misalnya bunga dan nasi berkatan. Prosesi ini sebenarnya untuk umum , lokasinya di pos satu cangkring sleman yogjakarta. Setelah prosesi larung dilanjutkan dengan doa bersama dan kemudian makan bersamam dan pembagian nasi berkatan. Prosesi ini untuk mengingatkan bahwa manusia tetap harus berusaha dan kalaupun tuhan menentukan lain itu karena takdirnya.
Komentar