tantangan seni tradisional ditengah budaya global digital



Kesenian tradisional pada dasarnya sebuah pertunjukan yang mengharapkan interaksi dari penontonnya, baik secara emosional maupun logika. Sudah banyak kesenian tradisional yang melakukan pengembangan karena mendapatkan usulan dan kritik demi kemajuannya gaess, disinilah pentingnya untuk membuka diri untuk selalu menerima kritik yang membangun. Para pimpinan dan segenap kru sanggar umumnya sekarang ini lebih terbuka tidak teralu kolot konservatif dengan perubahan dan pengembangan kedepannya sehingga seni tradisi tersebut bisa lestari dan berkembang dan bisa dinikmati generasi berikutnya gaess. Yang penting unsur seni tradisinya masih diugemi yaitu, magis, erotis dan ritmis inilah yang akan menyambungkan dengan generasi terdahulu dan sekarang gaess. Kalaupun mau pengembangan tinggal menambahi atau melengkapi dengan cara-cara sense of art jaman sekarang. Karena penonton jaman sekarang ini adalah penonton kekinian para genZ dan alpha bahkan nanti generasi berikutnya yang terlahir dijaman kecepatan informasi dan tehnologi digital gaess. Makanya pertunjukan banyak yang sudah bersolek dengan selera dan tuntutan jaman sekarang, misalnya sound yang baik plus lampu panggung, kostum yang kekinian serta property lainnya yang menjadikan pertunjukan lebih menarik sehingga ketika ada postingan akan muncul diberanda mereka menyampaikan informasi pementasan baik penonton maupun pemainnya bahkan bisa lebih luas lagi persebarannya bisa saja lintas negara gaess. Hal ini akan mampu bersanding dengan kekuatan seni global yang melanda seluruh dunia yang syarat modal serta tehnologinya, yang pengaruhnya selain mencintai keseniannya , artisnya hingga ke gaya hidupnya gaess.




 

Komentar