Barongan caplok sangat dikenal di wilayah mataraman, bentuknya semacam sosok mahkluk mistis menyerupai naga, buaya atau binatang ular dan yang melata lainnya yang sangar dijadikan seperti topeng yang bisa dimainkan oleh seorang pemain gaess. Pemain barongan ini juga setype dengan pemain jaranan, jadi barong jaranan sering menjadi atraksi . Kenapa disebut caplokan ini wilayah kediri, tulungagung trenggalek , blitar barongannya bisa dimainkan mulutnya menutup dan menganga dan menimbulkan suara yang dianggap mistis.
Secara cerita rakyat yang berkembang saat joko tingkir sebagai murid sunan kalijaga yang menyebarkan agama islam di tanah pedalaman jawa, yang masih transisi dari budaya hindu bhuda dan pemahaman rakyat mengenai hal ghaib sangat dekat dengan istilah roh danyang harus menggunakan media salah astunya yaitu dengan seni budaya. Dan jaranan dianggap bagian dari pasukan berkuda yang akan menyerang prajurit arya penangsang, juga personifikasi buaya menjadi caplokan yang bisa dikalahkan oleh jaka tingkir, serta banteng yang ngamuk bisa ditundukan oleh sultan hadiwijaya alias joko tingkir pendiri dan raja kesultanan pajang pertama. Secara kini disebut digital marketing gaess ini sangat membuat personal branding dengan kesan bahwa joko tingkir orang sakti mandraguna dan cocok jadi panutan. Sehingga penyebaran agama islam mendapatkan berbagai dukungan dan kemudahan dari masyarakat pedalaman jawa.




Komentar