dua minggu sejak terakhir bertemu kamu masih demikian cintanya padaku
wajar seperti tak ada kabar buruk setelahnya, kamu hanya tinggalkan pesan
terselip dibawah lampu kamar kamu katakan sudah tidak bisa lagi memelukku
aku jadi ingin tahu alasan kamu patahkan janji jiwa nggak mau mempertahankan
jadi tak sabar bertemu denganmu
ingin segera ngobrol katakan salahku
jadi hanya sepihak keputusanmu
yang kuinginkan kamu jujur padaku
walau sekejab detikpun katakan padaku
kenapa kamu putuskan tali cinta sehati
kamu hanya mengirim puisi kaku diksimu
seperti tak ingin berkata katamu sedikit sekali




Komentar