Alat musik perkusi yang satu ini info-infonya sudah sejak lama dikenal di tanah jawa dan bali, sebagai sarana perlengkapan acara-acara ritual adat, sebut saja kendang. Kendang memiliki keunikan dalam memerikan nuansa bunyi menyerupai bunyi-bunyi yang ada dialam semesta berdasarkan kekuatan dan cara memukulnya. Kendang terbuat dari kayu baik nangka atau kelapa yang dilubangi tengahnya dan kedua sisinya diberikan lembaran kulit binatang biasanya kambing atau sapi yang ditarik keduanya hingga tanyeng dan tak ada kendur sama sekali gaess. Bunyi ini tercipta dari kulit yang dipukul sehingga menggetarkan suara didalam tabung kayu tadi atau biasa disebut membranofon. Kendang dikenal telah ada saat jaman tembaga, kini digunakan sebagai pengiring gamelan, ataupun angklung untuk seni pertunjukan yang ada di jawa tengah , jawa timur, bali, sunda bahkan padang batak maupun lombok. Jika di indonesia timur dikenal tifa dan dibudaya batak disebut gendang gaess. Dan biasanya dimainkan oleh laki-laki.
Tetapi dijaman digital ini generasi muda genZ dan alpha ternyata juga banyak yang penasaran dan mulai tertarik untuk belajar kendang gaess. Bahkan ciwi-ciwi genZ pun kini banyak yang belajar ngendang, dan tidak satu dua yang berhasil memainkannya dengan baik. Generasi muda nusantara rupanya kini semakin menyadari bahwa kekayaan budaya bangsa ini harus dilestarikan dan dipahami keberadaannya sebagai penciptaan budaya leluhur yang sangat luarbiasa keberadaannya diantara budaya bangsa -bangsa dunia gaess.
Komentar