Bagaimana genZ memimpin kawan-kawannya merawat tradisi



Mungkin para senior dan sesepuh jaranan memandang masih terlalu muda bila ada genZ dipercaya untuk memimpin kawan-kawannya melestarikan kesenian tradisional, pandangan ini karena berdasarkan usia gaess. Jelas akan terpaut jauh selisihnya, tetapi kemampuan dan skills genZ dalam beradaptasi dan mempelajari kesenian tradisional ini bisa saja dalam waktu singkat telah menguasai. Terutama skills dasar jaranan dan filosofinya, mereka mampu melahap beberapa syarat mengadakan pertunjukan jaranan, dibah dengan kecakapan dalam manajemen produksi serta peningkatan performance. Hal ini ternyata sangat berpengaruh pada jaman kekinian, karena pangsa pasar mereka adalah teman sebaya dan gen alpha yang punya ekspektasi sebuah reportoar yang menarik tidak kumuh dan membosankan, efeknya jaranan disukai oleh anak muda kekinian gaess. Sehingga tujuan utamanya juga untukmerawat menjaga dan melestarikan serta akan memajukan seni budaya menunjukan level optimisme yang cukup potensial gaess.

Komentar