khemistri pemain barongsai



Memainkan barongsay, semacam mahluk mitologi sebagai lambang keberuntungan, pelindung, dan pengusir roh jahat dalam bentuk boneka menyerupai naga singa yang merupakan kesenian budaya tiongkok dibutuhkan persiapan ekstra ketat. Barongsay ini dimainkan dua orang, satu orang berperan sebagai kepala singa kaki depan dan lainnya sebagai badan dan kaki belakangnya. Keduanya perlu sekali untuk latihan dan membentuk kemistri hingga kode-kode gerakan keduanya sudah menjadi kesatuan dalam melakukan atraksi gaess. Bahkan atraksi kadang tidak hanya di lantai atau tanah tetapi juga atraksinya diantara pilar-pilar menjulang sekitar satu hingga dua atau tiga meteran. Dalam sesi latihan sebelum penampilannya barongsay akan di dampingi beberapa krew pelatih agar tidak membahayakan dua orang pemain barongsay tersebut . Hal ini juga masih menyesuaikan dengan musik pengiringnya juga. 

Kesenian barongsay sudah ada dan hidup sejak lama di bumi nusantara, kesenian ini dibawa oleh perkumpulan tiong hoa hwe koan sekitar akhir abad tujuhbelasan saat marak-maraknya kebutuhan bahan revolusi industri gaess saat adanya migrasi orang tiongkok ke nusantara   yang didatangkan oleh kekuatan dagang global penguasa nusantara waktu itu. Rezim suharto sempat melarang budaya tionghoa dan saat gusdur jadi presiden diperbolehkan kembali seni budaya tionghoa ini dimainkan di indonesia hingga saat ini. Gusdur emang keren gaess.

Komentar