sepinya rumahku


menemukan jalan pulang membuat kisah sendiri
meski pintu terbuka untukku, menjalani jejaknya
ada keraguan dalam aku hanya membawa diri
setelah sejauhnya pergi, mimpiku tak bernyawa

berjalan berpikir sedalam-dalamnya hati mencari 
makin dalam makin tak ku temukan rumahku
membawa hati galau pandanganku menyendiri
menetapkan satu tujuan mengenali rumahku

seperti ada yang memanggil tapi hanya sayup
seperti ada yang memeluk tapi hanya mimpi sepi
tersadar ayah bunda hanya berupa tanpa wujud
rumahku seperti bukan untuk pulang kembali

 

Komentar