dua sisi sejalan sejurus menjalari puan
sejak dulu hingga kini meraih rembulan
adakalanya tipis empuk bisa tuk sandaran
tapi tetap saja tegas membatas impian
tebal setebal gunung es bikin kebekuan
puan dipatok kebiasaan hingga kebiruan
darah mudanya tersedak kodrat ilahiah
berkutat diwilayah domestik tanpa bahaya
sebenarnya bukan rantai yang mengikat
tapi keliaran nafsu dunia puan terjerat
diujung masa remajamu selalu diingat
tentang rumah imam yang sah kamu jabat

Komentar