Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

teruslah berjalan

Gambar
rumit mendefinisikan apa itu kesempurnaan cinta lebih baik fokus mempertahankan apa yang sudah menjadi milikmu dan menjalaninya meskipun kata orang tak nampak sempurna   

candi ngetos nganjuk masih berdiri tegak

Gambar
Arealnya yang tidak terlalu luas dan berada ditengah-tengah pemukiman warga candi ngetos nganjuk  jawa timur menjadi kurang diperhatikan oleh masyarakat pemerhati situs warisan budaya maupun pemerintah gaess. Candi yang terletak di jalan selopuro kecamatan ngetos nganjuk ini merupakan peninggalan kerajaan majapahit dibangun sekitar abad limabelasan menghadapi gunung wilis sebagai mahamerunya gaess, candi hindu yang dibuat dari susunan batu bata merah ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah raja hayam wuruk.  Dan keberadaannya kini masih digunakan sebgai sarana peribadatan dan penghormatan terhadap leluhur oleh masyarakat hindu dan masyarakat sekitar candi. Peninggalan yang mungkin saja tak ada bandingnya ini selain memiliki nilai historis dan catatan sejarah juga dengan berdirinya hingga sekarang telah membuktikan bahwa masyarakat indonesia khususnya masyarakat setempat memberi rasa hormat atas warisan leluhur tersebut gaess. Wujud candi ini juga sekaligus menjadi...

corat coret : pendidikan lebih penting

Gambar
 

literasi seni jaranan mengena di pemikiran genZ

Gambar
Bahwa seni jaranan adalah seni budaya warisan leluhur bangsa yang telah menjalani hidup dan kehidupan teruji dengan waktu yang sekian lama dan hingga kini masih eksis inilah yang membuktikan seni jaranan ini selalu up to date dari generasi ke generasi, dasar pemikiran inilah yang membuat para genZ salut dan bertekad ingin merawat, menjaga dan melestarikannya gaess. Makanya jangan heran jaman kekinian seni jaranan atau kesenian tradisional lainnya banyak genZ yang terlibat gaess, baik langsung maupun tidak langsung. Bahkan melalui jejaring media sosialnya mereka juga membagikan  dan membuat konten-kontens digital bahkan juga ikut mempromosikan sekaligus juga memasarkannya, jadi jangan heran diberandamu akan ada setiap hari postingan seni budaya yang mampir menyapa kamu gaess.  Mungkin inilah cara genZ merawat tradisi nusantara gaess. Salam budaya. Lestari

bantengan makin diminati anak-anak genZ

Gambar
Bantengan menjadi hiburan yang populer di malangraya dan sekitarnya gaess, fenomena ini dipantau setelah covid seni tradisional bantengan makin eksis. Rupanya bantengan ini telah menemukan ritmenya gaess, disamping menjadi identitas malangan juga mampu berkolaborasi dengan genZ serta sound horegh makanya anak-anak muda makin mengapresiasi keberadaan bantengan ini gaess. Pemain dan kru pendukungnya juga kebanyakan anak-anak muda laki-laki dan perempuan juga terlibat didalamnya, masih didukung dengan atraksi silat yang biasanya sebagai pembukaan acara gaess.

ciwi ciwi genZ tidak terlibat dalam kesenian tradisional, mosok sih

Gambar
Generasi muda seperti para genZ rupanya sudah lebih dari sekadar menyukai seni budaya, bahkan kini banyak mereka yang terlibat langsung dalam pementasan kesenian tradisional gaess. Jujur memang belum melihat data seberapa banyak dari mereka yang muai melibatkan diri dalam kesenian tradisional ini gaess, tetapi melihat dari unggahan di media sosial hampir setiap hari hadir menyapa jejaringnya. Lalu sebenarnya apa yang membuat mereka tergerak hatinya untuk terlibat baik secara langsung maupun menjadi support system dalam pergerakan kesenian tradisional . Alasan pertama ada keinginan agar warisan budaya leluhur ini tidak punah, mereka ingin melestarikan merawat dan menjaga bahkan juga memajukannya, berikutnya adalah seni budaya tradisional adalah identitas kultural yang mereka punyai sejak jaman nenek moyang. Ada juga keinginan memperbaiki manajemen sanggar atau komunitas menuju kematangan hiburan rakyat yang profesional sehingga mampu bertahan ditengah arus budaya global dan tetap surviv...

sepinya rumahku

Gambar
menemukan jalan pulang membuat kisah sendiri meski pintu terbuka untukku, menjalani jejaknya ada keraguan dalam aku hanya membawa diri setelah sejauhnya pergi, mimpiku tak bernyawa berjalan berpikir sedalam-dalamnya hati mencari  makin dalam makin tak ku temukan rumahku membawa hati galau pandanganku menyendiri menetapkan satu tujuan mengenali rumahku seperti ada yang memanggil tapi hanya sayup seperti ada yang memeluk tapi hanya mimpi sepi tersadar ayah bunda hanya berupa tanpa wujud rumahku seperti bukan untuk pulang kembali  

respek barongan macan pada kang kendang

Gambar
Ketika alunan suara dari biduan diatas panggung nyaman enak didengar dan gayanya yang menarik, sangat wajar bila apresiasi itu muncul dari penontonnya gaess. Bisa kasih bunga atau biasanya nyawer sebagai wujud nyata bahwa mereka respek. Begitu juga kang kendang ini ketika kendangannya enak dan nyaman membikin para pemain jaranan jadi enak berjoget pasti  ada juga yang nyawer. Tapi kali ini aneh yang respek pada kang kendang justru barongan macan, sepertinya irama kendangannya cocok dengannya, hingga merangkak dan mendekati kang kendang layaknya bermanja karena merasa nyaman. Ayak-ayak wae si macan gaess, tetapi begitulah jadinya bila suasana nyaman tanpa keributan karena kesurupan dan ngamuk bikin pertunjukan agak laen sih gaess. Salam budaya

jaranan diluar jawa juga menyala

Gambar
Jaranan rupanya tidak hanya di jawa yang terasa menyala, nyatanya para ciwi-ciwi genZ diluar jawa misalkan di sumatera banyak yang menyukai dan ikut terlibat didalamnya. Bagaimana masa depan perkembangan seni tradisional sungguh sangat potensial kearah kemajuannya, tidak hanya kuantitasnya tetapi juga secara kualitas juga mulai membaik. Dan secara luar biasa para genZ yang sangat dekat dengan dunia digital ini berupaya menggerakkan jejaring sosialnya untuk selalu mendukung dan peduli pada pelestarian serta kemajuan seni budaya bangsa gaess. Wilayah di luar jawa yang sangat potensial misalnya sekitar lampung, palembang, jambi dan padang , bisa jadi urusannya jadul wilayah ini adalah subyek program transmigrasi pemerintah gaess. Apapun itu ternyata para genZ dan leluhurnya mereka tetap care dan bangga pada seni budaya bangsa indonesia, terbukti dari unggahan dna postingan di media sosialnya gaess. Keren 

bocil menyimak pertunjukan seni tradisional

Gambar
Seni tradisional jaranan ini merupakan seni pertunjukan yang sangat dekat dengan penontonnya, mereka sepertinya saling mendukung gaess, semacam simbiosis mutualism . Sementara pemain kesenian terasa hambar saat ada permainannya dalam sebuah arena tetapi sepi penonton perlu diketahui rasa nya akan membanggakan jika permainannya bisa menggugah animo masyarakat apalagi memberi respon positif, begitu pula penonton akan terasa hambar jika pertunjukan seni tradisional semakin berjarak dan pemainnya sepertinya tidak menjiwai perannya. Penonton yang paling dekat dengan pemain biasanya adalah bocil-bocil mereka termasuk penonton istimewa, posisinya sangat dekat dengan vibes pertunjukan gaess. Para bocil ini kalau nonton suka respon dan bisa saja secara spontan dia juga ikut berjoget ikuti gerakan pemain jaranan pertunjukan semakin interaktif gaess. Ketahuilah bahwa sepeuluh tahun lagi bocil-bocil ini nantinya adalah penonton potensial atau bahkan mereka ikut terlibat dan terinspirasi oleh senio...

celengan ngamuk mengusir jaranan

Gambar
Awalnya solah tarian celengan asik dan mantap, gerakannya mengikuti irama gamelan dengan gaya celeng atau babi hutan gaess. Masih bisa dinikmati oleh penonton yang awam. Tapi siapa sangka justru setelah sepasukan jaranan turun ke arena pertunjukan membuat celeng yang diperankan oleh ciwi cantik gusar dan sepertinya merasa terusik. Maka ngamuklah celengan tersebut, seperti berusaha mengusir jaranan tetapi jaranan yang sudh ndadi atau kesurupan melawan dan nggak mau pergi. Terjadilah pertarungan , dan celengan ngamuk sejadinya, akhirnya pawang menyembuhkan celeng agar segera sadar gaess. Penonton awam atau yang baru pertama kali melhatnya jadi takut dan merinding tetapi tetap ditempat karena penasaran dan ingin melihat hingga akhir.

disha artis cantik bollywood

Gambar
 

GenZ ada yang suka debus juga

Gambar
Diantara deretan pemain debus , terlihat ciwi-ciwi genZ juga ikut memamerkan kekebalan tubuhnya dari senjata tajam gaess. Kecil-kecil sudah punya kemampuan memainkan debus. Gaess debus adalah kesenian seni beladiri tradisional khas banten . Atraksi kesenian ini menampilkan atraksi tubuh yang kebal dari benda tajam, runcing bahkan dari api, air keras dan pecahan kaca. Debus dikenal orang sejak  abad ke enambelasan gaess, seni tradisi ini memadukan kekuatan fisik, olah batin spiritual berdzikir dan bacaan doa-doa, dan seni pertunjukan. debus ini jaman dulu digunakan untuk menyebarkan Islam dan membangkitkan semangat melawan penindasan para penjajah. Guru dan syehk adalah sebutan senior yang mengajarkan seni tradisi debus ini gaess,  Mereka memimpin ritual, membacakan doa-doa khusus dari Al-Qur'an, dan memandu pemain untuk kebal terhadap senjata tajam atau api. Salah satu figur yang disebutkan adalah haji apih aju gojali dari perguruan sinar banten. Di wilayah jawa ada juga ajara...

Bagaimana genZ memimpin kawan-kawannya merawat tradisi

Gambar
Mungkin para senior dan sesepuh jaranan memandang masih terlalu muda bila ada genZ dipercaya untuk memimpin kawan-kawannya melestarikan kesenian tradisional, pandangan ini karena berdasarkan usia gaess. Jelas akan terpaut jauh selisihnya, tetapi kemampuan dan skills genZ dalam beradaptasi dan mempelajari kesenian tradisional ini bisa saja dalam waktu singkat telah menguasai. Terutama skills dasar jaranan dan filosofinya, mereka mampu melahap beberapa syarat mengadakan pertunjukan jaranan, dibah dengan kecakapan dalam manajemen produksi serta peningkatan performance. Hal ini ternyata sangat berpengaruh pada jaman kekinian, karena pangsa pasar mereka adalah teman sebaya dan gen alpha yang punya ekspektasi sebuah reportoar yang menarik tidak kumuh dan membosankan, efeknya jaranan disukai oleh anak muda kekinian gaess. Sehingga tujuan utamanya juga untukmerawat menjaga dan melestarikan serta akan memajukan seni budaya menunjukan level optimisme yang cukup potensial gaess.