Pertunjukan kesenian memang kadang perlu ditandai oleh batas atau dijagai oleh panitia atau petugas, mungkin karena dianggap bisa membahayakan penontonnya karena aksi pemain kesenian ini gaess. Terutama seni tradisional yang atraksinya sering menggunakan atraksi ndadi atau kesurupan, penonton sebenarnya suka tapi kadang ada saja jika jaranan ngamuk, bantengan mberot atau barongan sedang menyala bisa bikin keadaan tak terkendali. Bisa saja sebuah pertunjukan seni tardisional ini disajikan dengan tidak ada yang kesurupan, semuanya atraksi adalah menari dengan kesadaran, tetapi diluar kebiasaan. Yaa jadi perlu dilatih terutama untuk momen acara yang dinilai adalah performa gerakan dan tariannya serta jalannya alur cerita gaess. Pernah dulu ada performa seribu jaranan barong di adakan di pantai payangan watu ulo jember gaess, dari sana kelihatan alurnya, skills gerak tarinya serta tidak ada yang kesurupan hingga petunjukan usai gaess. Pertunjukan reyog ponorogo juga care pada penontonnya karena jarang sekali jathil dan ganongannya ndadi semuanya tetap main dengan kesadaran penuh, makanya pemain jathilan sangat dikenal dekat oleh penontonnya.




Komentar