jaranan barong, mengajarkan untuk belajar dengan benar



Jaranan barong berkembang baik terutama di wilayah Kediri, Jawa Timur, hal keyakinan masyarakat yang sering dikaitkan dengan kisah Raja Airlangga dan Putri Sangga Langit yang mengadakan sayembara d kerajaan kahuripan sekitar abad sepuluh ataus sebelasan masehi gaess. Juga info-info seni jaranan pada masa Mataram Kuno disinyalir bermula dari visualisasi latihan perang prajurit berkuda. Gerakan tarinya dinamis dan mencerminkan semangat prajurit, yang kemudian menjadi dasar dari kesenian jaranan mataraman. Jaman itu jranan dikenal sebagai pertunjukan tradisional rakyat yang menggabungkan elemen tari, musik gamelan, dan unsur kanuragan . Kekentalan mistis, ritmis dan erotis sangat kentara meski kesenian ini terus berevolusi melalui masa mataram kuno, majapahit , demak hingga mataram islam hingga menjadi bentuk pertunjukan rakyat yang lestari hingga saat ini

Sebagian literatur menyebutkan kuda lumping jaranan berakar kuat pada masa kerajaan majapahit sebagai media latihan perang prajurit. Awalnya, kesenian ini mencerminkan semangat prajurit, namun berkembang menjadi pertunjukan rakyat yang mistis dan dinamis. Dan ketika kekuasaan mataram islam , yang dikenal dengan tokoh penyebaran oleh walisongo yang tetap menggunakan akar tradisi sebagai materi syiar mereka , sehingga jaranan ini kemudian manjadi sebuah kesenian rakyat dengan falsafah jika sudah mendapatkan ajaran njeng sunan ya dilakukan dengan tenanan. Esensi seni jaranan mistis, ritmis dan erotis tetap nyanding tetapi harus tetap ingat pada kekuasaan tuhan yang maha esa, manusia yang belajar jaranan tidak boleh lupa atau takabur pada takdirnya. Dari sini bisa dilihat ada sinkritis antara kepercayaan masyarakat jawa dengan pemahaman sebagai pemeluk agama islam ajaran walisongo gaess. Manusia harus bisa mengendalikan hawa nafsunya. Haduh makin dalem nih kayaknya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARONG JEMBERAN

pacu jalur trending di media sosial