kesenian gedruk eksis didaerah pegunungan jawa tengah



Menyukai seni tradisional milik bangsa dari warisan leluhur terdahulu adalah bagian dari rasa hormat dan kepemilikan yang harusnya dijaga dan dirawat gaess, mugkin kalau orang-orang jadul berkesenian adalah tingkat daya cipta yang sangat membutuhkan kekuatan batin dan intuitifnya dalam merespon keadaan sekitar lingkungannya ini sangat benar. Bayangkan masyarakat disekitar lereng gunung yang bertahan hidup dengan peralatan seadanya serta keluarga yang tidak terlalu cakap seperti prajurit perang menghadapi keganasan binatang dan bencana alam. Lalu menemukan karya untuk menggugah kesadaranbahwa manusia sebenarnya mahluk yang paling unggul yang diciptakan oleh tuhan, melalui karya seni wow sungguh tak bisa disepelekan gaess. Misalnya seni gedruk magelangan, atau biasa disebut rampak bhuto yang eksis disekitar lereng gunung merapi. Wilayah persebarannya meliputi boyolali, magelang, temanggung bisa juga yogyakarta gaess.

Dan ketika genZ banyak yang menyukai seni tradisional jangan disalahkan atau diolok-olok karena dianggap kolot nggak maju, mungkin inilah hanya sarana yang ditemukan untuk mendiskusikan dalam jejaring sosialnya untuk kemudian berstrategi dan menjalankannya secara masif pada waktunya. Bukan berarti genZ hanya mengalir tanpa tujuan, keterlibatan mereka adalah kegelisahan mereka, bagaimana kreatifitas orang nusantara dan kemajuan kebudayaan indonesia  demikian maju namun pemikiran masyarakatnya masih belum mencapai titik optimal, muungkin saja ada yang salah urus gaess. Inilah yang akan dihadapi genZ atau gen alpha kedepannya, harapannya mereka adalah generasi yang tangguh dalam mengahdapi masa datang yang penuh dengan persaingan global gaess. Tetap semangat.

Komentar