macan madura, inspirasinya kucingan dan atraksinya mirip barongsai
Macan - macanan merupakan kesenian yang menirukan
hewan macan berdasarkan tokoh singo barong pada reyog, sosok manusia
setengah hewan berkulit macan yang memiliki rambut lebat yang dikutuk
oleh klono swandono sebagai bentuk hewan seutuhnya.
Dulu di ponorogo, dikenal dengan barongan mangap atau kucingan yang
kemudian diera kolonial menyebar karena kebutuhn buruh perkebunan di jawa, dan
orang madura dipindahkan secara besar-besaran ke wilayah jawa tengah dan jawa timur bagian
timur oleh pemerintah jaman itu, termasuk orang-orang ponorogo dan sekitarnya
bergelombang mencari kehidupan ketempat-tempat baru dengan membuka hutan jadi
blandong. Info-infonya akulturasi budaya sangat dimungkinkan terjadi di
wilayah-wilayah perkebunan dan desa-desa dekat pembukaan hutan di jawa tersebut
gaess. Jadi bisa dikatakan bahwa kucingan ponorogo merupakan cikal bakal macan –
macanan yang kemudian diserap sebagai inspirasi para penggerak kesenian
diwilayah-wilayah baru dan sebagian ada yang membawa pulang ke daerah asalnya,
termasuk ke madura gaess.
Nampak pergerakan seni kucingan diwilayah tapak kuda
jawa timur yang banyak dihuni oleh masyarakat keturunan orang madura turut suka
dan melestarikan macan - macanan karena sangat menghibur dan mudah dimainkan,
Orang-orang madura menyebutnya dengan sebutan can macanan hingga menyebar pula
ke pulau madura. Meski maraknya can-macanan di pulau madura tokoh budayawan madura
menganggap sebagai kesenian dari luar yang di mana generasi muda harusnya lebih
melestarikan budaya asli madura. Tetapi anak-anak genZ yang tidak putus dengan
batasan-batasan lewat jejaring sosialnya menyemarakkan keasikan main can
macanan dengan rekan sebayanya, bahkan melakukan beberapa polesan mengenai
bentuk dan atraksinya menyerupai skill pemain barongsai bercorak macan china gaess. Dan can-macanan ini lagi populer dikalangan
anak-anak muda madura, banyak tanggapan di hari besar dan acara adat tradisi tak ada matinya. Rupanya mereka seakan-akan ingin berkata ini kesenian
nusantara yang perlu dilestarikan oleh anak-anak bangsa nusantara dengan dukungan masyarakat pecintanya. Mungkin
disuatu saat akan menemukan bentuknya sendiri. Keren






Komentar