tari gedruk gemerincing eksis di dataran tinggi jawa tengah





Kesenian tradisional yang mengusung tema-tema raksasa, baik berupa topeng berwajah seram, atau kepala singa ataupun harimau dengan intensitas musik yang rancak dan berulang-ulang sepertinya menguatkan tradisi dalam masyarakat jaman dulu untuk melindungi komunitasnya terhadap buasnya dunia sekitar lingkungannya gaess. Dan biasanya berada di sekitar pedalaman atau pegunungan yang jauh dari peradaban dan perdagangan yang maju gaess. Berupa wujud raksasa berwajah seram ini berguna untuk mengusir binatang buas atau dari hal ghaib yang kan membikin malapetaka di desanya gaess. Kebiasaan ini lalu menjadi kesenian yang berangsur-angsur diberi sentuhan artistik dan kemudian menjadi kesenian khas milik masyarakat daerah tersebut. 

Di sekitar lereng gunung-gunung di jawa tengah dan jawa timur sering terdapat seni-seni tari menyerupai raksasa atau topeng singa dan harimau gaess, seperti reyog ponorogo, tak butaan di jember , can macanan kaduk, banyuwangi barongan butho dan di kediri ada barongan, di magelang wonosobo dan sekitarnya terdapat tari adruk atau butho gedrug, di gunung kapur blora terdapat seni barong blora.

Nah kesenian tari adruk ini menyerupai aksi-aksi rancak lincah butho gedruk grincing, semacam ritual mengusir hal ghaib atau tolak balak terhadap pagebluk atau binatang buas yang akan menyerang desanya. Gerakan kaki menggedruk dengan kaki yang dipasangi lonceng kecil-kecil menimbulkan acara rampak gemerincing membuat suasana magis gaess. Kreasi kesenian rakyat ini rupanya dijadikan tema festival diwilayah dataran tinggi di jawa tengah gaess. Makanya eksis hingga sekarang. Keren banget
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARONG JEMBERAN

pacu jalur trending di media sosial