tradisi jamasan jaranan satu suro



Tradisi memandikan pusaka atau ageman di dalam budaya jawa pada bulan suro, sampai hari ini masih eksis artinya bahwa tradisi ini dianggap dan diyakini sebagai bagian dari hidup masyarakat jawa. Tradisi ini secara turun temurun menjadi kebiasaan orang jawa untuk mensucikan atau memandikan pusakanya, namanya juga pusaka yaitu barang yang diyakini menjadi bagian dari hidup dan dipercaya akan mampu melindungi diri dan melancarkan segala kegiatan yang dijalaninya. Info-infonya sejak jaman majapahit kegiatan para empu dan raja yang mempunyai pusaka selalu memandikannya sebelum dan sesudah perang, hal ini untuk memberikan kesempatan pusaka untuk diurus atau dirawat dengan baik. Begitu pula dikalangan komunitas atau masyarakat pencinta jaranan, mereka juga melakukan jamasan dibulan suro, mereka memandikan segala property yang berhubungan dengan jaranan. Baik jaran kepangnya, gamelannya, bahkan mungkin sekalian orang-orangnya ikut berendam semalaman disungai gaess. Dengan menyiapkan uborampe sesaji serta perlengkapan lainnya mereka memohon pada sang pencipta alam semesta agar jaranan yang dimandikan akan membawa berkah dan kelamatan untuk orang banyak. Salam budaya, lestari dan rahayu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARONG JEMBERAN

pacu jalur trending di media sosial