Meskipun sejatinya para punokawan adalah dewa-dewa mereka sengaja turun kebumi untuk menjaga keseimbangan dalam cerita pewayangan . Punokawan itu antara lain kiai semar bodronoyo, gareng, petruk, dan bagong yang bertugas sebagai pelayan, penasihat spiritual, teman setia, dan penghibur bagi para ksatria. terutama ksatria pandawa lima dari keturunan istana amarta . Mereka juga berperan penting sebagai kritikus sosial yang menyampaikan kebenaran dan nasehat moral dengan cara jenaka tanpa menyinggung perasaan majikannya. Nah jika didalam pertunjukan wayang orang peranan punokawan yang secara visual merias dirinya hampir serupa dengan karakter visual dalam wayang kulit gaess. Yang secara jelas memperlihatkan gestur dalam permainan sandiwaranya. Semar yang gemuk bokongnya dengan cara berjalan membungkuk tertatih, gareng dengan cara berjalan yang dingklang karena kaki satunya invalid, petruk biasanya dicari orang yang tingginya lebih dari lainnya, serta bagong sebagai fotokopi semar tetapi lebih dinamis cara geraknya.Selain sebagai kekuatan penyeimbang secara spiritual para punokawan juga mempunyai keajaiban keajaiban yang tidak sama dengan ksatria yang dijaganya, dengan cara-cara mereka seperti suatu kewajiban untuk menghibur para pandawa dikala susah, toh nyowo membela mati-matian ketika para pandawa diserang oleh musuhnya. Juga memberikan peringatan bahwa bila pandawa melakukan tindakan-tindakan yang jumawa bahkan lupa pada jati dirinya apalagi menindas pada rakyat kecil. Pastilah mereka akan mengingatkan bahkan jika perlu melawan untuk menyadarkannya. Bagaimana karakter manusia ini tercipta dalam kisah wayang tentusaja jika diwayang orang dikuatkan dengan dialog-dialog yang mendukungnya gaess. Keren banget orang yang memerankannya, salut banget. Mantap
Komentar