seabad jam gadang



Jam Gadang berdiri di tengah Taman Sabai Nan Aluih yang berfungsi sebagai pusat keramaian dan titik nol Kota Bukittinggi. Gaess menurut info-infonya dibangun pada  sembilanbelas duaenam sebagai hadiah dari Ratu Belanda Wilhelmina pada  h.r. rookmaaker  adalah seorang sekretaris kota controluer untuk wilayah Fort de Kock ini nama lama Kota Bukittinggi pada masa pemerintahan Hindia Belanda . Keunikan bangunannya terletak pada konstruksi tanpa besi dan semen, yang direkatkan menggunakan campuran kapur, putih telur, dan pasir putih . Jam ini ikon kota bukittinggi dengan gaya arsitek minang , atap menara ini berbentuk gonjong  seperti atap rumah adat Minangkabau yang menjadi identitas budaya lokal. Jam ini sangat unik angka angkanya romawi tetapi diangka empatnya bukan IV tetapi IIII gaess mungkin karena alat mekanik jam tadi dulu didatangkan khusus dari jerman. Kini usia jam gadang sejak berdirinya sudah seratus tahun gaess, keren yaa turut apresiasi untuk tukang dan arsitek pada masa itu. Salut.

 

Komentar