kenapa perempuan indo suka memakai daster
Daster mungkin terilhami karena adaptasi iklim dan cuaca di Indonesia sangat panas dan tropis, bahan daster yang awalnya tebal diubah menjadi katun ringan yang menyerap keringat. Perempuan eropa seperti belanda dan lainnya menggunakannya sebagai pakaian santai saat membersihkan rumah agar baju utama mereka tidak kotor. Dan bisa jadi bangsa ini yang berada dalam rumah-rumah eropa ini yang biasanya mengenakan kain dan kebaya jadi kenal dengan busana longgar ini gaess.
Seiring waktu berlalu ternyata perempuan Indonesia jatuh cinta dengan potongan pakaian ini karena potongannya yang gombrong, adem, dan sangat praktis untuk bergerak saat melakukan pekerjaan domestik rumah tangga. Makanya banyak produsen kain batik mencoba peruntungan mulai dari harga yang setara penghasilan rakyat pribumi, menengah dan yang mahal. Dan daster ini menjadi macam-macam jenis dan motifnya pun berkembang pesat khas Indonesia, mulai dari kain batik, daster rayon bermotif daster karakter, hingga kini menjadi tren fashion kasual yang sering dipakai keluar rumah. Kini jika kamu ke pasar-pasar tradisional maupun modern, misalnya pasar klewer solo beringharjo jogjakarta daster sering dicari para perempuan wisatawan baik domestik maupun manca menjadikannya sebagai oleh-oleh kerabatnya.
Dijaman pandemi covid serta pengaruh media sosial dan tren work from home, daster kini memiliki potongan modern seperti mid dress dengan tambahan ikat pinggang belt, kerah kimono, hingga aksen kerut yang membuatnya sangat layak dipakai untuk hangout ke kafe atau mall gaess. Kesanya perempuan yang memakainya anggun elegan sexy dan memancarkan pesona dengan tawaran kenyamanannya. Gaess dunia fesyen pun mengalami revolusi yang demikian dahsyat yaa gaess, bagaimana dengan dunia keuangan tehnologi dan politik bangsa gaess. Perempuan nampaknya punya bakat potensial mengubah dunia secara revolusioner yaa gaess. Tabik mak






Komentar