pasar tradisional menggeliat meski kalem




Eksistensi pasar tradisional sangat bergantung dengan pelanggan setia yang belanja disanan , karena sangat membutuhkan perputaran transaksi jual beli antara penjual dan pembelinya. Roda ekonomi tetap berputar meski sangat kalem , tidak seperti pasar-pasar modern yang syarat akan modal sehingga perputarannya harus cepat agar bisa secara stabil mendapatkan keuntungan serta membayar karyawan dan biaya operasional. Sedangkan dipasar tradisional penjual sangat jarang yang dibantu oleh karyawan semua ditangai sendiri, keuntungan dari barang dagangan juga tergantung dengan seberapa banyak  jualannya  dan porsinya juga terbatas dalam setiap harinya. Pasar tradisional dengan jajanan, sayur, buah serat kebutuhan rumah tangga banyak yang tidak simpanan hampir semuanya fresh dan harus habis dalam sehari, kalaupun tak habis akan dibawa pulang untuk dimakan sendiri atau dibagikan pada tetangga disekitar rumahnya. 

Ada pasar kejambon atau sering disebut pasar jambon di jogja yang tidak terlalu berjubel pengunjung tapi eksis disetiap paginya. Pasar ini uniknya menawarkan aneka jajanan tradisional yang fresh, menggugah kenangan, dan harganya sangat murah. Sehingga pasar ini sering menjadi tujuan emak-emak atau pasangan muda ketika mencari jajanan pasar seperti klepon, gethuk, cenil, bubur sungsum, jenang, gatot, ada juga apem dan corobika yang diolah dan dimasak langsung disana. Mungkin kalau kamu pas dijogja pengen sarapan pagi dengan uang duapuluh ribu saja sudah bisa sarapan sehat mengenyangkan berdua dengan pasangan gaess. Bahan makanannya tanpa bahan pengawet dan berasal banyak dari umbi-umbian dikukus dan dibakar jarang ada yang digoreng. Konsepnya slowliving adalah bagian dari hidup tenang tak terburu-buru karena biaya hidup sangat rendah. #ruangpublikslowliving

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARONG JEMBERAN

bocil-bocil main jaran kepang menghibur kawan-kawannya