sisi eksotik tari tradisional
Seni tari yang nyaman dinikmati mungkin saja tidak sekedar hafalan dan tematiknya tertangkap oleh mata penontonnya. Mestinya ada unsur pembentuk tari tradisional menjadi sangat menarik. Unsur-unsur dasar yang utama seperti wiraga yaitu kemampuan gerakan tubuh dan secara fisik dirasakan secara intens, kemudian yang tak kalah penting yaitu wirama yakni bagaimana gerakan seriama dengan ketukan atau musik pengiringnya, baru menyangkut wirasa bahwa wiraga dan wirama tadi akan membentuk rasa sehingga tarian yang ditarikan oleh penari tadi berkarakter gaess. Dipadukan dengan unsur pendukung seperti tata rias dan busana, properti, dan pola lantai yang membuat pertunjukan menjadi padu dan indah dan nyaman banget dinikmati.
Ada tari yang dinikmati dengan kenyamanan hati justru menjadi seperti tarian sakral. Ini karena selain unsur dasar dan pendukungnya tari tradisional jawa ini secara spiritual terdapat unsur yang harus terus dilatih untuk menjadikan tari tradisional tadi secara otomatis memunculkan sifat magis, ritmis dan eksotik. Baik tari ini berasal dari karton maupun kesenian rakyat pedesaan bagaimana tidak terlihat sifat magisnya jika suasana menjadi tenang sirep semuanya fokus pada penari, kemudian gerakan tersebut meski lambat lembut ataupun lincah tetap secara itungan itu alami bahkan dengan beat rapatpun tetap mengikuti ketukan empatperempat dan biasanya bisa jadi trance terbawa alunan alamiahnya. Dan tak boleh ketinggalan sebagai bumbu yang luar biasa adalah sifat eksotismenya gaess, tari tradisional sangat kental dengan sifat ini dari kostumnya, gerakan badan, gerakan tangan dan mimik wajah serta senyuman tipis atau kenes semuannya membikin terpancar kekuatan daya eksotik penarinya gaess. Dan jika dalam kesatuan utuh tersebut menyatu dengan ramuan olah gerak rasa dan iramanya bisa dipastikan akan mempesona siapa yang melihatnya.




Komentar