tradisi tanam padi harus tersenyum agar hasilnya melimpah



Diwilayah asia tenggara beras sebagai makanan pokok sudah sangat populer. Sehingga tradisi bercocok tanam dengan mengolah tanah menjadi lahan sawah menjadi hal yang biasa terutama di daerah pedesaan gaess. Bahkan menanam padinya pun sepertinya juga sama, terutama yang manual menggunakan tenaga ciwi-ciwi cantik yang selalu riang dan tersenyum saat tanam padi. Gaess setelah padi disemai, para petani akan mengolah lahan sawah utama dengan dibajak dan digaru hingga berlumpur halus, lalu ratakan airnya. Barulah benih hasil semai selama dua minggu dicabut secara hati-hati agar akar benih tadi tidak rusak. Lalu tanam bibit dengan cara berjalan mundur sambil senyum manis dan menancapkan dua hingga tiga batang bibit sedalam tiga sentimeter ke lumpur sawah. Jika tanamnya sambil senyum panennya akan bagus dan berlimpah gaess. 

Tanam padi disawah biasanya bisa menggunakan tali kenthengan atau caplak untuk menjaga jarak tanam tetap teratur sistem jajar legowo. Setelah itu mengatur ketinggian air di sawah agar tidak terlalu tenggelam, cukup membasahi lumpur pada awal masa tanam. Sebelum panen dalam usia seratus sepuluh hari, sawah dilihat dan perlu merawat dan menyiyangi membersihkan sela tanaman padi dari rumput dan gulma, dan pemupukan saat menjelang padi berbunga gaess. Saat panen tiba semuanya bersuka ria , menyambut hasil yang akan menghidupi keluarga tani insyaallah bertahan hingga tigabulan menjelang tanam berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARONG JEMBERAN

pacu jalur trending di media sosial