Postingan

teruslah berjalan

Gambar
rumit mendefinisikan apa itu kesempurnaan cinta lebih baik fokus mempertahankan apa yang sudah menjadi milikmu dan menjalaninya meskipun kata orang tak nampak sempurna   

candi ngetos nganjuk masih berdiri tegak

Gambar
Arealnya yang tidak terlalu luas dan berada ditengah-tengah pemukiman warga candi ngetos nganjuk  jawa timur menjadi kurang diperhatikan oleh masyarakat pemerhati situs warisan budaya maupun pemerintah gaess. Candi yang terletak di jalan selopuro kecamatan ngetos nganjuk ini merupakan peninggalan kerajaan majapahit dibangun sekitar abad limabelasan menghadapi gunung wilis sebagai mahamerunya gaess, candi hindu yang dibuat dari susunan batu bata merah ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah raja hayam wuruk.  Dan keberadaannya kini masih digunakan sebgai sarana peribadatan dan penghormatan terhadap leluhur oleh masyarakat hindu dan masyarakat sekitar candi. Peninggalan yang mungkin saja tak ada bandingnya ini selain memiliki nilai historis dan catatan sejarah juga dengan berdirinya hingga sekarang telah membuktikan bahwa masyarakat indonesia khususnya masyarakat setempat memberi rasa hormat atas warisan leluhur tersebut gaess. Wujud candi ini juga sekaligus menjadi...

corat coret : pendidikan lebih penting

Gambar
 

literasi seni jaranan mengena di pemikiran genZ

Gambar
Bahwa seni jaranan adalah seni budaya warisan leluhur bangsa yang telah enjalani hidup dan kehidupan teruji dengan waktu yang sekian lama dan hingga kini masih eksis inilah yang membuktikan seni jaranan ini selalu up to date dari generasi ke generasi, dasar pemikiran inilah yang membuat para genZ salut dan bertekad ingin merawat, menjaga dan melestarikannya gaess. Makanya jangan heran jaman kekinian seni jaranan atau kesenian tradisional lainnya banyak genZ yang terlibat gaess, baik langsung maupun tidak langsung. Bahkan melalui jejaring media sosialnya mereka juga membagikan  dan membuat konten-kontens digital bahkan juga ikut mempromosikan sekaligus juga memasarkannya, jadi jangan heran diberandamu akan ada setiap hari postingan seni budaya yang mampir menyapa kamu gaess.  Mungkin inilah cara genZ merawat tradisi nusantara gaess. Salam budaya. Lestari

bantengan makin diminati anak-anak genZ

Gambar
Bantengan menjadi hiburan yang populer di malangraya dan sekitarnya gaess, fenomena ini dipantau setelah covid seni tradisional bantengan makin eksis. Rupanya bantengan ini telah menemukan ritmenya gaess, disamping menjadi identitas malangan juga mampu berkolaborasi dengan genZ serta sound horegh makanya anak-anak muda makin mengapresiasi keberadaan bantengan ini gaess. Pemain dan kru pendukungnya juga kebanyakan anak-anak muda laki-laki dan perempuan juga terlibat didalamnya, masih didukung dengan atraksi silat yang biasanya sebagai pembukaan acara gaess.

ciwi ciwi genZ tidak terlibat dalam kesenian tradisional, mosok sih

Gambar
Generasi muda seperti para genZ rupanya sudah lebih dari sekadar menyukai seni budaya, bahkan kini banyak mereka yang terlibat langsung dalam pementasan kesenian tradisional gaess. Jujur memang belum melihat data seberapa banyak dari mereka yang muai melibatkan diri dalam kesenian tradisional ini gaess, tetapi melihat dari unggahan di media sosial hampir setiap hari hadir menyapa jejaringnya. Lalu sebenarnya apa yang membuat mereka tergerak hatinya untuk terlibat baik secara langsung maupun menjadi support system dalam pergerakan kesenian tradisional . Alasan pertama ada keinginan agar warisan budaya leluhur ini tidak punah, mereka ingin melestarikan merawat dan menjaga bahkan juga memajukannya, berikutnya adalah seni budaya tradisional adalah identitas kultural yang mereka punyai sejak jaman nenek moyang. Ada juga keinginan memperbaiki manajemen sanggar atau komunitas menuju kematangan hiburan rakyat yang profesional sehingga mampu bertahan ditengah arus budaya global dan tetap surviv...

sepinya rumahku

Gambar
menemukan jalan pulang membuat kisah sendiri meski pintu terbuka untukku, menjalani jejaknya ada keraguan dalam aku hanya membawa diri setelah sejauhnya pergi, mimpiku tak bernyawa berjalan berpikir sedalam-dalamnya hati mencari  makin dalam makin tak ku temukan rumahku membawa hati galau pandanganku menyendiri menetapkan satu tujuan mengenali rumahku seperti ada yang memanggil tapi hanya sayup seperti ada yang memeluk tapi hanya mimpi sepi tersadar ayah bunda hanya berupa tanpa wujud rumahku seperti bukan untuk pulang kembali